HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA REJANG, SERAWAI, DAN PASEMAH DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK LEKSIKOSTATISTIK

Nafri Yanti

Abstract


Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kekerabatan antara Bahasa Rejang, Serawai dan Pasemah. Ketiga bahasa ini dipilih karena merupakan bahasa daerah mayoritas yang digunakan masyarakat Provinsi Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik leksikostatistik yaitu suatu teknik untuk mengkaji bahasa dengan melakukan pengelompokan data secara statistik. Pengelompokan dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan suatu bahasa dengan bahasa yang lain untuk mengetahui hubungan kekerabatan bahasa tersebut. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara kepada penutur asli tiap bahasa tersebut. Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu pisah bahasa Serawai-Rejang yakni antara 1327 –

1138 tahun yang lalu, Bahasa Serawai-Pasemah yakni antara 455 - 347 tahun yang lalu sedangkan waktu pisah Bahasa Rejang-Pasemah yakni antara 1402 – 1188 tahun yang lalu. Hal ini menunjukan bahwa ketiga bahasa tersebut masih dalam satu bahasa karena waktu pisah masih berkisar antara

0-5 abad. Jika dilihat persentase kata kerabat dapat kita ketahui bahwa kekerabatan bahasa Serawai- Rejang 58%. Serawai-Pasemah 84% sedangkan bahasa Rejang-Pasemah 57% yang artinya, bahwa Bahasa Serawai-Rejang dan Rejang- Pasemah merupakan satu bahasa (language), sedangkan bahasa Serawai-Pasemah merupakan Keluarga (family) karena persentase kata kerabat 84%.

 

Kata kunci: Leksikostatistik, Rejang, Serawai, Pasemah.

 

 

Abstract

The purpose of this study is to see the relationship between Rejang, Serawai and Pasemah language. These three languages were chosen because it is the majority area language used by the people of Bengkulu Province. The research method used is quantitative method with lexicostatistics technique that is a technique to study the language by doing grouping data statistically. Grouping is done based on the similarities and differences of a language with another language to know the kinship relationship of the language. The data were obtained based on interviews to native speakers of each language. From the result of the research, it is known that Serawai-Rejang split time is between 1327 - 1138 years ago, Serawai-Pasemah Language is between 455 - 347 years ago while the time of split of Rejang-Pasemah language is between 1402 - 1188 years ago. This shows that the three languages are still in one language because the time of separation is still ranged from 0-5 century. If you see the percentage of the word relatives we can know that the kinship language Serawai-Rejang 58%. Serawai-Pasemah 84% while Rejang-Pasemah language is 57% which means that Serawai-Rejang and Rejang- Pasemah Language is one language, while Serawai-Pasemah is Family because the percentage of the word is

84% relative.

 

Keywords: Leksikostatistik, Rejang, Serawai, Pasemah

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/gb.v3i2.14

DOI (PDF): https://doi.org/10.26499/gb.v3i2.14.g14

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 GENTA BAHTERA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Genta Bahtera Indexed By


            


__________________________________________________________________________________________________________



                 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





Secretariat

Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Kompleks LPMP Kepulauan Riau, Jalan Tata Bumi KM. 20, Ceruk Ijuk, Bintan, Kepulauan Riau.

Pos-el: kantorbahasakepri@kemdikbud.go.id

Laman: www.kantorbahasakepri.kemdikbud.go.id