FUNGSI ORENG DALAM BAHASA LAMAHOLOT DI IMULOLONG KABUPATEN LEMBATA NUSA TENGGARA TIMUR

Alexander Bala Gawen

Abstract


Abstrak

Masalah penelitian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan fungsi oreng dalam bahasa Lamaholot di Imulolong Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Inti penelitiannya yaitu pada aspek untuk apa bertutur atau untuk apa berbahasa. Dengan demikian, teori yang digunakan adalah teori pragmatik. Berdasarkan teori pragmatik sejumlah data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan mempertimbangkan konteks terjadinya tuturan tersebut. Untuk mendapatkan data tentang fungsi oreng, peneliti menggunakan metode naturalistik di mana sampelnya dipilih secara purposif. Penelitian naturalistik menekankan pada kealamiahan sumber data dengan mengandalkan seluruh gejala sosial kemasyarakatan sebagai sumber penghimpunan data, sehingga membutuhkan pengamatan berperan serta (participant observation). Selain itu, peneliti menggunakan teknik rekam dan melakukan penyimakan berpartisipasi melalui metode simak libat cakap. Pengumpulan data juga dengan menyandingkan pendekatan emik dan etik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi oreng berkenaan dengan empat fungsi pragmatik, yakni (1) fungsi direktif, (2) fungsi ekspresif, (3) fungsi estetik, dan (4) fungsi komunikatif. Fungsi direktif meliputi fungsi memerintah, melarang, permintaan, menasihati, dan presilaan. Fungsi ekspresif meliputi fungsi harapan, kesetiaan atau loyalitas. Fungsi estetik meliputi fungsi simile, repetisi, sinekdoki, dan personifikasi. Fungsi komunikatif meliputi fungsi informatif.

 

Kata kunci: bahasa daerah, fungsi bahasa, oreng;

 

 

Abstract

The aim of the research is to find and describe the function of oreng in Lamaholot language in Lembata Regency, East Nusa Tenggara. The research focused on what aspectsor for what the language was uttered. Thereby, the theory used was pragmatic theory that a number of collected data were analyzed by considering the context of having utterances. To obtain the data referring to the function of oreg, the researcher employed naturalistic method that the sampels were taken purposively. Naturalistic research emphasizes on the originality of data sources by setting out all social phenomena as sources of collecting data and requiring participant observation. In addition, the researcher used recording technique and conducte participation through involved conversation observation method. Emic and ethical approaches were administered to collect the data. The results show that orenghas four pragmatic functions, such as (1) directive, (2) expressive, (3) aesthetic, and (4) communicative functions. Directive function is to instruct, prohibit, request, advise, and permit. Expressive function deals with hope and loyalty. Aesthetic function belongs to smile, repetition, synecdoche, and personification. Communicative function is to give information.

 

Keywords: locality language, linguistic function, oreng;

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.47269/gb.v3i2.11

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 GENTA BAHTERA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Genta Bahtera Indexed By


            


__________________________________________________________________________________________________________



                 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





Secretariat

Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Kompleks LPMP Kepulauan Riau, Jalan Tata Bumi KM. 20, Ceruk Ijuk, Bintan, Kepulauan Riau.

Pos-el: kantorbahasakepri@kemdikbud.go.id

Laman: www.kantorbahasakepri.kemdikbud.go.id